Pembinaan dan Pencegahan Paham Radikalisme bagi PNS Prov. Jateng

  • Tuesday, 05 October 2021
  • ADM
  • 215

Semarang 27/09 Badan Kepegawaian Daerah lewat Sub bidang Pengelolaan Korps Profesi ASN Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan Pegawai mengadakan Pembinaan Pencegahan Paham Radikalisme dan Wawasan Kebangsaan bagi CPNS Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan diikuti oleh seluruh CPNS sejumlah 1395 orang   lewat luring dan Daring  Zoom dan Youtube BKD Prov. Jateng dan dipandu oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah Bapak Haerudin,SH, MH

Pembicara dari Badan Nasional Penanggulangan Tetorisme (BNPT) Prof. Dr. Irfan Idris, M.A. Direktur Deradikalisasi BNPT, menyampaikan Radikalisme dikalangan Aparatur Sipil Negara dan Upaya Pencegahannya.

CPNS harus siap berbeda, siap ber- Bhineka tunggal Ika, karena yang dilayani berbeda suku, agama, bangsa, ras, Sebagai ASN dalam memberikan pelayanan tidak boleh ada diskriminasi, siap menerima perbedaan

Ciri Radikalisme ada 3, bersifat Intoleran kalau berbeda dianggapnya salah, menganggap diri sendiri yang benar, Fanatik berlebihan, merasa benar sendiri, kalau tidak sama disalah salahkan, Eklusif yaitu asik dengan kelompoknya sendiri.

Seorang ASN harus paham sejarah, konsensus kebangsaan, karena menjadi landasan bekerja, norma tertinggi dalam berorganisasi dan bernegara

Narasumber kedua adalah  Ketua Pengurus Daerah Korpri Jawa Tengah, Dr. Ir Sujarwanto Dwiatmoko, MSI, menyampaikan menurut UU No 5 tahun 2014 semua pegawai pemerintah yang mendapatkan gaji dari pemerintah adalah ASN, ASN terdiri dariyang pertama PNS yaitu, PNS ada syarat dan ketentuannya untuk bisa menjadi PNS dan diangkat untuk mengemban tugas dan Jabatan Pemerintah, yang kedua PPPK adalah pegawai pemerintah dengan ikatan kontrak yang diangkat untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintah.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2004 yang dimaksud dengan Jiwa Korps PNS adalah rasa Kesatuandan persatuan, kebersamaan, kerjasama,  tanggung jawab, dedikasi, disiplin, kreativitas, kebanggaan dan rasa memiliki organisasi PNS dalam Negara Kesatuan Republik Indonedia. Pembinaan jiwa korps  PNS dimaksudkan untuk meningkatkan perjuangan, pengabdian, kesetiaan dan  ketaatan PNS kepada Negara kesatuan dan Pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Bagaimana membangun jiwa korsa yang tangguh, seorang ASN harus memenuhi Kriteria ANEKA yaitu

  1. Akuntabilitas yaitu setiap melakukan tindakan ada pertanggung jawaban
  2. Nasionalisme, dalam bekerja ASN harus beroientasi kepada Negara
  3. Etika Publik yaitu ASN harus dapat menjaga etikanya diarea publik
  4. Komitmen Mutu, ASN dalam bekerja harus memberikan Pelayanan terbaik untuk Masyarakat
  5. Anti Korupsi segala tindakan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masysrakat, dan selalu berfikir kedepan dengan inovasinya dan tidak ada pamprih untuk pribadi atau golongan, semuanya demi menjalankan tugas yang diembannya untuk bangsa dan negara.

Kode etik Pegawai Negeri Sipil antara lain:

  1. Etik terhadap diri sendiri artinya cara tampilnya cara berfikir, berbicara
  2. Etika terhadap Sesama PNS artinya bagaiana hubungan horisontal, jangan anggap sesama PNS adalah pesaing, namun jadikan kawanmu adalah mitra untuk memberikan pelayanan terbaik.
  3. Etika Berorganisasi, bagaimana menjalin etos kerja dalamorganisasi untuk memberikan pelayanan sampai level yang paling tinggi yaitu berorientadi untuk negara.
  4. Etika Bermasyarakat ASN harus dapat menempatkan diri dalam bermasyarakat, dengan memberikan contoh dan edukasi yang baik dalam bermasyarakat,
  5. Etika Bernegara bagaimana ASN menjadi pilar yang penting bagi bangsa dan negara.

 

Sebagaimana dalam Panca Prasetya Korpri  yaitu Anggota Korps Pegawai Republik Indonesia adalah insan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berjanji :

  1. Setia dan taat kepada Negara Kesatuan dan Pemerintah Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
  2. Menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara serta memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia negara.
  3. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  4. Memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta kesetiakawanan Korps Pegawai Republik Indonesia.
  5. Menegakkan kejujuran, keadilan dan disiplin serta meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme.

 

Dengan Sumpah dan Janji tersebut, ASN harus dapat memberikan yang terbaik untuk masyarakat, dan perekat serta pemersatu bangsa dan Negara.

Pembicara Kunci

Hadir Sebagai Pembicara Kunci, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo SH, MIP, menyampaikan Nilainya sudah Clear segaimana Panca Prasetya Korpri, sehingga dapat menjadi pegangan dari nilai-nilai yang sudah ada, maka selajutnya  tugas kita adalah improvmen, melaksanakan kegiatan yang konkret melaksanakan aturan dan menjadi agen perubahan-perubahan dalam tugas dan tanggungjawab sebagai ASN yaitu sebagai pelayan masyarakat, memberikan pelayanan terbaik dan perekat persatuan bangsa dan negara.

Untuk mencapai titik tertinggi pesan gubernur tidaklah sulit, hanya butuh kesesiusan, inovasi inofatif, profesional dan Integritas.

 

 

Pembicara terakhir Noorochmat Isdaryanto, SS, M.Si (Ketua Laboratorium Pengembangan Pancasila UNNES)

Pesan Pendiri bangsa dalam Sidang pertama BPUPK tanggal 1 Juni 1945 PHILOSOFISCHE GROND-SLAG daripada Indonesia Merdeka. Philosofische grond-slag itulah fundament, filsafat, fikiran sedalam dalamnya, jiwa Hasrat yang sedalam dalamnya untuk di atasnya didirikan Gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi

Mengapa Berpancasila ? Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 Pancasila Sebagai Dasar Negara  dimana Sifat, Hakikat, Struktur Penyelenggaraan, tingkah laku Negara harus sesuai Pancasila.

Disampaikan oleh Narasumber, Pancasila tidak mengajarkan cara beribadah (ritual) kepada Tuhan, tetapi Pancasila menegaskan “ikutilah petunjuk nabi dan kitabmu” (Soekarno, 1 Juni 1945)

Sehingga seorang ASN terikat dengan aturan yang ada yaitu Sifat, Hakikat, Struktur Penyelenggaraan, tingkah laku Negara harus sesuai Pancasila. TATA CARA kehidupan barupun mulai dibenahi bersama melalui PEMBANGUNAN NASIONAL tetap memelihara tata nilai kehidupan yang tahan uji (PANCASILA) sambil terus memerus memperbaiki cara kerja modern dengan aspeknya efektif efisien.

Sehingga ASN harus menjadi contoh yang pertama dan utama dalam konsensus berkebangsaan yaitu harus memegang teguh :

1. Pancasila

2. Undang-Undang Dasar Nerara Republik Indonesia 1945

3. Negara Kesatuan Republik Indonesia

4. Bhineka Tubggal Ika.

APA ITU IDEOLOGI ? keseluruhan sistem ide yang secara normatif memberikan persepsi, landasan serta pedoman tingkah laku bagi seseorang atau masyarakat dalam seluruh kehidupannya dan dalam mencapai tujuan yang dicita-citakan.

Pengakaran Pancasila dilingkungan ASN yaitu dengan :

1. Afektif emotif yaitu harus merenungi tugas pokok dan fungsi ASN

2, Keilmuan bagaimana Pancasila itu akan dijabarkan dalam keseharian bekerja di orgaisasinya

3. Kejuangan bagaimana etos Asn sebagaimana Panca Prasertya Korpri di implementasikan dalam Tugas Pokok dan fungsi ASN

Diakhir paparannya, narasumber menyampaikan dengan 1395 ASN di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah , masyarakat menunggu perubahan apa yg dapat diberikan untuk kemajuan.

MATERI-MATERI

  1. GUBERNUR (DOWNLOAD)
  2. Prof. Dr. Irfan Idris, M.A (Direktur Deradikalisasi BNPT) (DOWNLOAD)
  3. Dr. Ir. Sujarwanto Dwiatmoko, M.Si (Ketua DP KORPRI Jawa Tengah) (DOWNLOAD)
  4. Noorochmat Isdaryanto, SS, M.Si (Ketua Laboratorium Pengembangan Pancasila UNNES) (DOWNLOAD)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Lainnya
  • 03 December 2021
  • ADM

NILAI KOMPETENSI BIDANG HARI TERAKHIR CPNS TILOK TMMK BKD PROV. JATENG

Read more
  • 03 December 2021
  • ADM

PENGUMUMAN HASIL UJI GAGASAN TERTULIS TALENT SCOUTING

Read more
  • 03 December 2021
  • ADM

NILAI KOMPETENSI BIDANG HARI KEDUA CPNS PROV. JATENG

Read more