Assessment Center (AC)

  • Tuesday, 01 November 2016
  • ADM
  • 701

APA ITU ASSESSMENT CENTER

Reformasi birokrasi merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut tiga aspek, yaitu kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan, dan sumber daya manusia aparatur. Sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (MenPanRb) Nomor : 15/M.PAN/7/2008 tentang Pedoman Umum Reformasi Birokrasi, visi reformasi birokrasi secara nasional adalah “Terciptanya Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik Tahun 2025”. Visi tersebut tentunya merupakan acuan yang dipedomani seluruh kementerian/lembaga/pemerintah daerah sebagai bagian pemerintahan secara utuh.

Salah satu upaya untuk mewujudkan visi tersebut adalah melalui sistem penelusuran kompetensi dan kemampuan aparatur dengan menggunakan ukuran-ukuran obyektif  dimana hasilnya dijadikan bahan masukan dalam penempatan aparatur baru, penempatan aparatur dalam rangka promosi dan rotasi, serta pengiriman aparatur untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan. Terdapat berbagai metode yang dapat digunakan untuk mengukur kesesuaian antara kompetensi orang dengan persyaratan jabatan, namun untuk saat ini metode assessment center adalah yang memiliki akurasi tertinggi. Metode ini dapat menilai secara komprehensif karena bersifat multi method, multi assessor dan base on criteria. Atau dengan kata lain assesment center merupakan suatu metode penilaian kompetensi yang dapat dipertanggungjawabkan dan komprehensif untuk memperoleh informasi secara akurat dan lengkap yang berkaitan dengan kompetensi jabatan dalam mendukung proses pengambilan keputusan.

 

SEJARAH ASSESSMENT CENTER JATENG

Metode penilaian kompetensi pejabat struktural melalui assesment center dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sejak tahun 2002 bekerja sama dengan Dinas Psikologi Angkatan Darat guna menjawab tantangan pengelolaan aparatur yang lebih profesional, terukur dan obyektif. Upaya untuk membentuk assessment center di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dimulai tahun 2004 dengan mendidik 20 calon assessor dan mulai mandiri menyelenggarakan penilaian kompetensi aparatur pada tahun 2005 bertempat di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Tengah dengan modal dukungan dari pimpinan, “semangat” para assessor, serta sarana dan prasarana assessment yang minimalis.

Meskipun belum menjadi unit yang mandiri dalam melaksanakan penilaian kompetensi aparatur, Tim Assessment Center di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Tengah sudah mendapat kepercayaan dari Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di luar Jateng untuk memfasilitasi uji kompetensi bagi pejabat atau calon pejabat yang akan menduduki suatu jabatan. Hal ini tidak terlepas dari peran Kepala BKD Prov. Jateng yang pertama, Bapak Widadi, SH yang terus-menerus mempromosikan Assessment Center Jateng di forum regional dan nasional. Selain aktif melakukan penilaian kompetensi untuk Pejabat Pengawas (eselon IV), Pejabat Administrator (eselon III), dan Jabatan Pimpinan Tinggi (eselon II) di Pemerintah Kabupaten/Kota dan Pemerintah Provinsi, Assessment Center Jateng juga menjadi tempat studi banding penyelenggaraan assessment center dari Kementerian/Lembaga Negara, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang telah melaksanakan uji kompetensi manajerial atau akan menyelenggarakan uji kompetensi manajerial bagi pejabatnya. Peran Assessment Center Jateng yang lain adalah mendidik calon assessor Nusa Tenggara Timur dan tempat pemagangan assessor dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Timur.