Lantik 628 Pejabat, Ganjar: Pegang Erat Pancasila

  • Friday, 02 August 2019
  • ADM
  • 968

SEMARANG Suasana halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Jumat (26/7) pagi berbeda dari biasanya. Ribuan kursi sudah berjajar rapi. Para pejabat pengawas dan administrator pun sudah mulai berdatangan sejak pukul 05.00 WIB.

Para pejabat pengawas dan admistrator itu memang mesti berangkat lebih pagi dari biasanya. Sebab, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan melaksanakan pelantikan, di mana mereka tidak mengetahui, apakah akan menduduki jabatan promosi, mutasi, ataukah tetap menduduki jabatan sebelumnya.

Tepat pukul 06.00 WIB, Badan Kepegawaian Daerah mulai membacakan nama-nama pejabat pengawas dan administrator yang akan dilantik. Total ada 628 pejabat yang menduduki amanah baru. Mereka dilantik Gubernur Ganjar Pranowo disaksikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dan Sekda Jawa Tengah Sri Puryono.

Moch Wahju Alamsyah, Salah seorang PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menerima berkah diangkat sebagai Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah. Alamsyah yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala UPTD Kota Magelang selama tujuh bulan.

“Saya akan selesaikan administrasi terlebih dahulu di kantor lama, semoga prosesnya cepat. Karena Sabtu kami masih ada pelayanan. InsyaAllah Selasa atau Rabu saya akan segera ke Kantor Badan Penghubung di Jakarta untuk berkonsolidasi dengan teman-teman. Ini amanah baru dan kita mesti siap,” ujarnya sembari tersenyum.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan yang mesti jadi pegangan utama para pejabat adalah kesetiaan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk di dalamnya setia terhadap UUD 1945.

“Di luar sumpah yang sudah diucapkan dan hayati, yakni setia dengan UUD 1945 di dalamnya ada Pancasila. Pegang erat-erat itu. Kita tidak bergeser pada pikiran ideologi kiri atau kanan. Kalau kita tidak teguh memegang itu negara akan bergeser,” katanya.

Hal itu ditegaskan Ganjar setelah beberapa waktu lalu mendapat laporan serta menemukan ada oknum ASN yang terpapar ideologi selain Pancasila. Jika hal tersebut dibiarkan, menurut Ganjar justru akan membuat kondisi bangsa ini mengalami kemunduran yang sangat jauh.

“Kami terpaksa akhirnya menelisik satu per satu laporan pada kami. Negara dihadapkan permasalahan yang serius. Bukan mengungkit pada keadaan ketika Indonesia belum lahir dengan banyaknya perdebatan ideologis,” katanya.

Soal integritas, lanjut Ganjar, jika dilanggar pilihannya ada dua, yakni pensiun dini atau dipecat. Dia pun berpesan agar amanah itu dilaksanakan dengan baik.

“Kami bikin bapak ibu bekerja dengan sistem yang nyaman. Sudahlah jangan memikirkan income yang haram. Kreasi bapak ibu sangat bagus bahkan dipuji BI,” katanya.

Ganjar juga mengatakan inovasi para pejabat Pemprov Jateng juga telah mendapat pengakuan dari Bank Indonesia, khususnya dalam sistem pelayanan dan kenyamanan. Apalagi BI juga telah merasakan “kerja sama” dengan Pemprov dengan melahirkan aplikasi pemantau penjualan beras.

“Diam-diam Jateng sudah mendigitalisasi layanan. Kita bekerja secara melingkar terus diawasi. Jadilah pelopor, jangan pelapor atau tumbak cucukan,” tandasnya. (Humas Jateng)

Berita Lainnya
  • 14 November 2019
  • ADM

Pengumunan CPNS Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah

Read more
  • 14 November 2019
  • ADM

Pengumuman CPNS Prov. Jateng Tahun 2019

Read more
  • 11 November 2019
  • ADM

SELEKSI TERBUKA 11 JPT PRATAMA PROVINSI JAWA TENGAH

Read more