Suasana Rileks Warnai Pelantikan 29 Pejabat Eselon II

  • Friday, 01 February 2019
  • ADM
  • 895

Semarang (25/1) Alunan piano mengiringi pengambilan sumpah janji pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Jumat (25/1) di Wisma Perdamaian. Nuansa santai tersebut dipilih Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai kode agar pejabat menikmati ritme kerja yang diemban.

Sebanyak 29 pejabat dari eselon II diambil sumpahnya untuk menduduki jabatan baru kepala biro, kepala dinas hingga asisten gubernur. Berbeda dengan pelantikan pejabat pada umumnya yang cenderung kaku, nuansa malam itu cukup menyenangkan dengan tarian hingga alunan piano.

Bahkan suasana cair sudah tercipta di gedung yang memiliki nama asli De Vredestein itu sejak acara kali pertama dimulai oleh MC kocak asal Semarang, Sarju. Dia mengatakan pejabat Jateng itu wajahnya ndesa namun berprinsip.

“Prinsipnya rame-rame rantas malang-malang putung. Senajan omah ora ana beras nanging isih bisa mangan sega jagung (meski di rumah tak ada beras, tapi masih bisa makan nasi jagung),” kata Sarju yang membuat semua pejabat langsung tertawa.

Carissa Kusumaning Asih, gadis tuna netra asal Rembang pun tampil menghibur para pejabat yang hadir. Seolah menyambung nuansa cair yang tercipta, saat pengumuman sejumlah nama pejabat yang dilantik piano mulai mengalun. Bahkan hadirin tidak canggung-canggung untuk bersorak dan bertepuk tangan. Jauh dari kesan formal pemerintahan.

“Kita bikin rileks agar tidak ada yang deg-degan, karena ini hal yang biasa,” kata Gubernur Ganjar Pranowo.

Meski dengan nuansa santai, dia mewanti-wanti agar para pejabat jangan main-main dengan jabatan. Ganjar pun berpesan agar sisi kemanusiaan menjadi pegangan teguh agar integritas tidak lepas.

“Itulah kenapa para istri maupun suami pejabat baru ini saya undang. Saya harap ibu-ibu, para istri bisa menjaga suaminya atau sebaliknya. Karena akan mendapat sorotan yang luar biasa. Salah sithik dipaido, dapat prestasi tidak ada yang tepuk tangan. Itu berat. Tapi jangan takut,” beber mantan anggota DPR RI ini.

Ditambahkan, sebelum pelantikan tersebut, ada tim yang selalu diminta tolong untuk menyeleksi. Dan rotasi ini merupaka hal yang biasa dalam birokrasi. Tinggal bagaimana membuktikannya dengan kinerja. Pelayanan terhadap masyarakat, pengentasan kemiskinan, pendidikan serta kesehatan, menjadi pesan utama dari suami Siti Atikoh itu.

“Ini kontraknya satu tahun saja. Kalau baik, oke. Silakan bapak ibu bekerja melayani sebaik-baiknya. Saya senang dengan teamwork dan inovasi yang ada, kemanusiaan yang kita bangun dan kepedulian. Itulah artinya pemerintahan, yang bisa menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat,” tegasnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono KS menyampaikan, dengan pengangkatan 29 pejabat eselon II yang mengisi sejumlah posisi kepala biro, kepala dinas dan asisten itu, masih tersisa.sembilan formasi pejabat eselon II Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Di antaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas PU BMCK, Dinas Kelautan dan Perikanan.

“Pak gubernur sudah berpesan agar para eselon III silakan mendaftar. Jabatan yang kosong itu nanti akan diisi dengan sistem lelang,” katanya.

Diterangkan, 29 pejabat yang telah dilantik diberi waktu dua hari, Sabtu dan Minggu, untuk membuat rancangan-rancangan kerja maupun inovasi. Itu sebabnya pelaksanaan pengambilan sumpah jabatan dipilih pada Jumat.

“Senin lusa akan ada arahan langsung dari pak gubernur. Tentu acuan utama yang harus dipegang pejabat baru adalah RPJMD (Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah),” tandasnya.

Penulis : Ib, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

 

Berita Lainnya
  • 26 August 2019
  • ADM

Launching dan Rakor Penilaian Kinerja Sikap dan Perilaku secara 360˚ bagi JPT Prov. Jateng

Read more
  • 22 August 2019
  • ADM

FGD Kebijakan Kepegawaian di Jawa Tengah

Read more
  • 02 August 2019
  • ADM

Lantik 628 Pejabat, Ganjar: Pegang Erat Pancasila

Read more